Mata Elang VS Mata Cacing

Seorang entrepreneur atawa kita semua lebih kenal dengan istilah pengusaha, alias tukang bisnis kalo orang betawi bilang. Dalam menemukan sebuah ide bisnis tentunya harus bisa melihat sekelilingnya dengan menggunakan mata elang. Dia harus memiliki sebuah visi jauh kedepan. Harus bisa memetakan potensi yang ada. Harus punya banyak keinginan. That’s the differentiation antara pengusaha dan pegawai. Dengan mata elang seorang entrepreneur menatap kehidupan dengan gambaran besar, tentunya juga dengan sebuah impian…
Baca Selengkapnya...Jangan Jadi Pengusaha Kalau Takut Menderita

Suatu siang saya chatting dengan kawan lama. Dia bilang sudah ngga betah jadi karyawan, mau mulai usaha. ”Bingung mau mulai darimana”, begitu keluhnya. ”Pokoknya udah ngga betah kerja, ngga enak”. Nah, ini kawan aneh juga pikir saya. Udah tau ngga betah, malah di betah-betahin. Kalau memang merasa ngga nyaman dengan sesuatu, harusnya yang ’normal’ kan kita berusaha keluar dari ketidaknyamanan itu. Bukannya membiasakan diri dengan ketidaknyaman itu….. ”Lalu mulai darimana…
Baca Selengkapnya...Langkah Pertama Selalu Paling Sulit

Belakangan makin banyak teman-teman saya yang mengeluh dengan pekerjaan kantornya, mulai dari target yang muluk-muluk hingga sikap atasan yang kerap menjengkelkan. Bahkan sebagian sudah resign dari profesinya menjadi pegawai. Pesan lain yg sering saya terima via sms atau obrolan ringan antar-teman adalah “wah, payah nih bisnis ngga ngajak-ngajak”. Lho, gimana saya mau ngajak dia bisnis? lha dia sendiri bingung mau bisnis apa. Pas saya tawari bisnis malah dia bilang “nanti…
Baca Selengkapnya...Do what U love, love what U do

Do what you love, love what you do. Sekiranya sebuah ungkapan sederhana yang bermakna begitu dalam. Kembali bercerita soal teman-teman satu tongkrongan yg rasa-rasanya makin banyak yg mengeluh. Terutama soal kerjaan mereka masing-masing di kantor. Ada yg gajinya di tahan sama bos nya dan ngga bisa ngelakuin apa-apa kecuali curhat betapa sebelnya dia sama si bos. Ada yg ngeluh kalau gajinya ngga cukup, ngeluh potensinya ngga berkembang, bosan, bete, de…
Baca Selengkapnya...Imron, Stroke Bukan Hambatan Menjadi Entrepreneur

Pak Imron, begitu saya biasa memanggilnya. Saya mengenalnya lewat ayah saya. Sudah 7 tahun Imron menderita stroke, bicaranya ngga jelas, tubuhnya gemetar, bahkan berjalan pun sangat sulit. Alhamdulillah kondisinya kini sudah jauh lebih baik. Bicaranya sudah bisa dimengerti oleh orang lain, bahkan sudah bisa naik sepeda. Imron menjalani terapi hijamah (bekam), dibantu dengan minum obat-obatan herbal. Suatu hari Imron datang kerumah saya dan mengatakan mau jualan herbal tapi ngga punya…
Baca Selengkapnya...
















